Rabu, 26 Desember 2012
Senin, 02 April 2012
Tinjau Kerusakan Puskesmas Pembantu
TINJAU KERUSAKAN PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) DESA MEKAR SARI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG SENIN, 02 APRIL 2012
Langkah tanggap terhadap laporan hasil kunjungan kerja Bupati Buleleng tahun 2012 di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Kesehatan menunjuk Bidang Yankes yang diwakili Kasi. Yandas dan Rujukan bersama staf meninjau salah satu pelayanan yang diberikan ditingkat bawah yaitu Puskesmas Pembantu Desa Mekar Sari pada hari Senin, 02 April 2012 guna melihat dari dekat kerusakan bangunan pustu tersebut yang mengganngu pelayanan dan kerusakan terparah terjadi pada plafon bangunan yang sudah rusak dimakan rayap serta beresiko longsor karena bangunan berdiri di salah satu sisi tebing di desa tersebut tanpa senderan beton.
Berapa kali pihak desa telah mengajukan usulan dari tahun 2010 hingga kini belum juga mendapatkan perhatian perbaikannya melalui musrenbang tingkat desa, kecamatan dan jenjang kabupaten (Perbekel, red). Dalam kesempatan kunjungan kerja (Kunker) Bupati Buleleng di Desa Mekar Sari telah pula diajukan untuk perbaikan secepatnya.
Berdasarkan perintah Kepala Dinas Kesehatan, Kasi Yandas dan Rujukan meninjau kondisi bangunan dimaksdu dan memang benar adanya bahwa telah ditemukan bebrapa bangian bangunan rusak terutapa plafon bangunan yang mengganggu pelayanan dan beresiko longsor. Petugas Pustu menunjukkan bagian bangunan yang rusak dan beresiko longsor.
Hasil kunjungan Kasi. Yandas dan Rujukan langsung disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan. Mengingat kegiatan perehaban bangunan tidak boleh dilakukan pada tahun 2012 maka di rencanakan pengalokasian dana DAK di tahun 2013 sehingga harapan masyarakat dan tokoh dapat memanfaatkan pustu tanpa takut reruntukan atap dan resiko lonsornya bangunan pustu sejaligus petugas yang selalu stanby dalam pelayanan selama 24 jam penuh.
Langkah tanggap terhadap laporan hasil kunjungan kerja Bupati Buleleng tahun 2012 di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Kesehatan menunjuk Bidang Yankes yang diwakili Kasi. Yandas dan Rujukan bersama staf meninjau salah satu pelayanan yang diberikan ditingkat bawah yaitu Puskesmas Pembantu Desa Mekar Sari pada hari Senin, 02 April 2012 guna melihat dari dekat kerusakan bangunan pustu tersebut yang mengganngu pelayanan dan kerusakan terparah terjadi pada plafon bangunan yang sudah rusak dimakan rayap serta beresiko longsor karena bangunan berdiri di salah satu sisi tebing di desa tersebut tanpa senderan beton.
Berapa kali pihak desa telah mengajukan usulan dari tahun 2010 hingga kini belum juga mendapatkan perhatian perbaikannya melalui musrenbang tingkat desa, kecamatan dan jenjang kabupaten (Perbekel, red). Dalam kesempatan kunjungan kerja (Kunker) Bupati Buleleng di Desa Mekar Sari telah pula diajukan untuk perbaikan secepatnya.
Berdasarkan perintah Kepala Dinas Kesehatan, Kasi Yandas dan Rujukan meninjau kondisi bangunan dimaksdu dan memang benar adanya bahwa telah ditemukan bebrapa bangian bangunan rusak terutapa plafon bangunan yang mengganggu pelayanan dan beresiko longsor. Petugas Pustu menunjukkan bagian bangunan yang rusak dan beresiko longsor.
Hasil kunjungan Kasi. Yandas dan Rujukan langsung disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan. Mengingat kegiatan perehaban bangunan tidak boleh dilakukan pada tahun 2012 maka di rencanakan pengalokasian dana DAK di tahun 2013 sehingga harapan masyarakat dan tokoh dapat memanfaatkan pustu tanpa takut reruntukan atap dan resiko lonsornya bangunan pustu sejaligus petugas yang selalu stanby dalam pelayanan selama 24 jam penuh.
Senin, 19 Maret 2012
Pelayanan Kesehatan Bantu Bencana Sudaji
Awal tahun 2012 Kabupaten Buleleng sering dilanda bencana alam mulai dari tanah lonsor, banjir bandang, angin puting beliung dan bencana alam lainnya. Pada dini hari senin, 12
/3/2012, Warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng-Bali terkejut dengan suara gemuruh pada dini hari. Bencana banjir bandang telah melanda daerahnya yang berdampak kerugian materi yang tidak sedikit, rusaknya sawah dan perkebunan warga, rumah beserta ternak tersapu banjir, infrastruktur rusak dengan jebolnya 3 jembatan yang menghubungkan 3 dusun di Desa Sudaji (dusun singkung, kaje kauh dan ceblong), sehingga aktivitas warga selama 3 hari terputus termasuk aliran PAM desa dan aliran listrik padam. BNPB Kabupaten Buleleng bersama kru camat sawan beserta personil TNI dan warga setempat membangun jembatan darurat untuk menghubungkan akses ke dusun kaje kauh serta bencana yang melanda Desa Sudaji meninggalkan dampak psykologis bagi semua warganya.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Kabid. Yankes memerintahkan Puskesmas Sawan 1 yang mewilayahi daerah bencana segera memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang dikoordinir staf yankes dan Kepala Puskesmas mengadakan pelayanan pada hari sabtu, 17/3/2012 berupa Pukesmas Keliling di dua tempat, diantaranya di Posko II Bencana dan di Balai banjar Dusun Kaje kauh. Antusias aparat desa, tokoh masyarakat, sukarelawan dan warga membantu kelancaran pelayanan yang dikunjungi warga lebih dari 100 orang itu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Saat-saat penting kita semua memberikan perhatian lebih pada mereka yang membutuhkan pelayanan dengan harapan warga yang mengalami bencana teringankan bebannya. Rencana pelayanan serupa akan dikoordinasikan lagi sesuai kebutuhan dilapangan.
/3/2012, Warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng-Bali terkejut dengan suara gemuruh pada dini hari. Bencana banjir bandang telah melanda daerahnya yang berdampak kerugian materi yang tidak sedikit, rusaknya sawah dan perkebunan warga, rumah beserta ternak tersapu banjir, infrastruktur rusak dengan jebolnya 3 jembatan yang menghubungkan 3 dusun di Desa Sudaji (dusun singkung, kaje kauh dan ceblong), sehingga aktivitas warga selama 3 hari terputus termasuk aliran PAM desa dan aliran listrik padam. BNPB Kabupaten Buleleng bersama kru camat sawan beserta personil TNI dan warga setempat membangun jembatan darurat untuk menghubungkan akses ke dusun kaje kauh serta bencana yang melanda Desa Sudaji meninggalkan dampak psykologis bagi semua warganya.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Kabid. Yankes memerintahkan Puskesmas Sawan 1 yang mewilayahi daerah bencana segera memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang dikoordinir staf yankes dan Kepala Puskesmas mengadakan pelayanan pada hari sabtu, 17/3/2012 berupa Pukesmas Keliling di dua tempat, diantaranya di Posko II Bencana dan di Balai banjar Dusun Kaje kauh. Antusias aparat desa, tokoh masyarakat, sukarelawan dan warga membantu kelancaran pelayanan yang dikunjungi warga lebih dari 100 orang itu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Saat-saat penting kita semua memberikan perhatian lebih pada mereka yang membutuhkan pelayanan dengan harapan warga yang mengalami bencana teringankan bebannya. Rencana pelayanan serupa akan dikoordinasikan lagi sesuai kebutuhan dilapangan.
Minggu, 11 Maret 2012
Trekking Bukit Bebetin Bersama STP Nusa Dua
Minggu, 11 Maret 2011 adalah awal dari kegiatan trekking di Bukit Bebetin menuju Air Terjun Sekumpul yang disponsori oleh 20 mahasiswa STP Nusa Dua (Jurusan Manajemen Kepariwisataan Tahun 2009) bersama 3 dosennya. Kegiatan yang direncakan terlaksana minggu lalu baru teralisasi minggu ini karena kesiapan mahasiswa bersangkutan. Rombongan dipimpin oleh dosen dari mahasiswa dan dikoordinir oleh adik Tania Dewi yang sangat antusias mengadakan surve lokasi penelitian pengembangan potensi wisata di Desa Bebetin. Pada hari yang sama kedatangan seorang arsitek lokal yang bekerja di kampial Nusa Dua yang merencakanan gambar menara mengajak tamu Australia bersama pasangannya. Gambar sudah ok…menunggu proposal masuk persetujuan musrenbang desa
Pokdarwis sebagai inisiator tidak berpangku tangan untuk kelancaran kegiatan dimaksud, bahkan anak-anak kami juga sangat senang mengantar dan menemani tamu di program trekking sehingga jumlah pesertanya menjadi 35 orang. Seru bangeeeeet….!
Sebagai start perjalanan mulai dari penangkaran kijang di sky garden Bukit Bebetin dan tidak dari start semestinya di dusun tabang (kaki bukit) karena waktunya yang terpotong/terlambat sampai di lokasi.
Untuk tidak menecewakan tamu, kami siapkan beberapa suguhan unik mencicipi minuman buatan local yang langsung dari hasil sebuah pohon aren (enau). Warga kami menyebutnya “Tuak Manis”, suguhan buah manggis dan minuman mineral. Awalnya mereka ragu-ragu mencicipi tuak manis yang dikiranya bisa bikin mabuk, tetapi setelah diberi masukan dan mencicipi duluan malah semuanya pengen nambah karena rasa manisnya tanpa campuran.
Di Sky Garden dapat melihat langsung penangkaran satwa kijang oleh pokdarwis, sembari memberi makanan rerumputan yang diambil dari lokasi setempat. Wah…mereka senang karena kijangnya mau deketin dan diberi makan sambil foto bareng mengabadikan kedekatan mereka. Keindahan alam did an dari Bukit Bebetin sangat mempesona yang diapit oleh 5 bukit, persawahan terasering, pemukiman penduduk bahkan pandangan luas, jauh ke kota Singaraja dan pantai lovina.
Tunggu gambar dan cerita kelanjutan perjalananya....Suksma
Kelanjutannya....
Perjalanan menuju air terjun harus singgah dulu di rumah tua (tempo doeloe) milik warga yang masih dipertahankan keasliannya, melewati perkebunan buah lokal, persawahan, aliran sungai yang desekelilingnya pebukitan. Rumah dengan arsitek kono masih berdiri kokoh dan saat ini masih ditempati oleh kleuarga (Guru Artina). Smoga saja masih dipertahankan....!
Tujuan Perjalanan utama adalah desa Sekumpul dengan 7 (tujuh) air terjunnya. Seperti Seven Wonder saja ya....Coba datengdan lihat sendiri, pasti terpesona. Belum puas jika belum dapat merasakan segarnya mandi diterpa embunan air yang beterbangan. Waw....Coba liat temen kita....
Senin, 27 Februari 2012
Paket Trekking Murah
Nama Obyek :
Trakking Bukit Bebetin, Penangkaran Satwa Kijang, Pesiraman, Panorama Bukit Bebetin, Tuak Aren (manis), Sky Garden, Perairan Teja, Rumah Tempo Doloe, Air tejun Sekumpul, Persawahan Terasering dan Kegiatan .
Lokasi Mulai : Kaki Bukit di Dusun Tabang Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng (Singaraja-Bali)
Location Akhir : Desa Wisata Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng (Singaraja-Bali)
Provinsi : Bali
Jarak Tempuh : 8000 m.
Daya Tarik :
• Celter, Bagi peserta mendapat layanan tempat beristirahat guna menghilangkan rasa lelah dalam perjalanan menaiki bukit
• Penangkaran Satwa Langka (Kijang), Kegiatan penangkaran satwa ini adalah satu-satunya penangkaran dikawasan timur Kabupaten Buleleng yang di kelola oleh Kelompok Darwis dari Karang Taruna yang ditujukan sebagai pelestarian satwa di Bukit Bebetin, sangat cocok sebagai tempat penelitian kehidupan satwa langka.
• Pesiraman Sakral, dengan sumber mata air tertinggi di Bukit Bebetin yang keluar dari himpitan bebetuan yang dikelilingi pohon-pohon besar. Mata ini digunakan sebagai sarana pensucian umat yang diambil setiap upacara “Pujawali di Pura Puseh Bukit Bebetin”. Airnya yang tenang seakan ikut mempengaruhi hati bila mendengarkan gemerciknya.
• Pohon langka (Pole Besar), Terdapat 2 (dua) pohon langka besar yang dikeramatkan warga setempat
• Sky Garden, Pemandangan Alam Bukit Bebetin, Taman yang dikelola di ketinggian Bukit Bebetin dengan pemandangan kesegala penjuru (hamparan pantai, persawahan, perkebunan, pemukiman dan bebukitan yang mengelilingi Bukit Bebetin sangat mengesankan untuk melepas kejenuhan aktivitas keseharian yang melelahkan. Hutan Tropis, yang menjadi pilot projek karang taruna dalam konservasi kawasan hutan lindung dengan berbagai tanaman hutan dan tanaman produktif buah-buahan seperti jambu mete, mangga, nangka, aren, dan masih banyak lainnya.
• Tuak Manis, Tuak ini adalah salah satu minuman berkalori alami yang didapatkan langsung dari tetesan pohon aren, tanpa pengawet dan sangat cocok diminum selagi haus setelah melakukan perjalanan trekking.
• Kemegahan Pura Puseh Bebetin, dengan bahan serba batu lahar dari arsitektur local di ketinggian Bukit Bebetin.
• Perkebunan Bual Wani (local), Buahnya seperti alpokat dengan warna hijau bersih, kulit tipis, bisa dimakan selagi mentah dan matang, terasa kenyal dan renyah dan sangat menggelitik.
• Kolam Alam Teja, Merupakan kolam alam sebagai tempat permandian umum warga sejak dulu hingga sekarang, sebagai wisata mincing dengan pancuran/mata air disekitarnya, jernih dan menyejukkan.
• Rumah Tempo Doeloe, Merupakan rumah warisan nenek moyang yang masih asli/belum direnovasi dan masih berdiri kokoh untuk hunian warga sampai sekarang
• Persawahan Terasering, Sepanjang perjalanan di perairan Teja hingga Air Terjun akan menyusuri pematang sawah yang dikelilingi persawahan terasering yang menghijau, sangat menyenangkan
Minggu, 12 Februari 2012
SURVE POTENSI WISATA DESA BEBETIN
Kehadiran mahasiswa STP Nusa Dua Denpasar pada pagi hari, minggu 12 Februari 2012 di Kawasan Konservasi Alam Bukit Bebetin kami sambut baik karena kedatangan mereka justru akan sangat membantu pengembangan yang dilakukan Pokdarwis Bhuana Shanti desa Bebetin, Adapun tujuan kedatangan mahasiswa STP ini adalah melakukan penelitian dalam pengenalan dan pengembangan pariwisata tentang wisata desa di Kecamatan Sawan khususnya jalur transportasi Desa Giri Mas menuju Jagaraga, Menyali, Sawan, Bebetin, Sekumpul, Lemukuh dan desa Galungan.
Mahasiswa berawal tertarik pada apa yang Pokdarwis publikasikan di jejaring bloger dan situs internet tentang potensi wisata desa dengan keragaman kesenian unik dan potensi alam yang masih asri dan belum digali serta pemanfaatan yang belum maksimal.
Karena medan/kawasan yang belum dikenalnya menyebabkan mahasiswa salah arah sesuai tujuannya semula yang ingin melihat dari dekat potensi yang ada di Desa Sangsit, malah terjaring Papan Nama Potensi Alam Bukit Bebetin
Ternyata kehadirannya di kawasan wisata alam Bukit Bebetin tidak semata karena salah arah malahan mereka sangat bangga bisa melihat langsung keterlibatan generasi muda di Bebetin dalam mengantisifasi dan mengupayakan menggali potensi wisata yang ada di wilayahnya dan berupaya menampilkan keanekaragaman budaya dan tradisinya
Kelompok kami menyampaikan semua potensi yang ada dan yang sedang digarap terutama penangkaran satwa kijang (muntias muncak) sejak 3 tahun lalu. Penangkaran yang disponsori Karang Taruna Kartika Jaya Desa Bebetin dan selanjutnya di kelola oleh Desa Pakraman melalui Kelompok Sadar Wisata Bhuana Shanti. Hal hasil dari 3 induk sudah berkembang menjadi 10 ekor. Bangunan Penangkaran sangat alami di kawasan Bukit Bebetin di kombinasi pembukaan taman diketinggian (puncak bukit) sehingga dinamakan Sky Garden. Program lain yang sudah berjalan adalah Program Trekking dengan 4(empat)paket. Paket awal Perjalanan dimulai dari kaki bukit di Dusun Tabang Desa Bebetin. Sepanjang tanjakan lereng bukit dilengkapi 2 (dua) Celter ciri kas Bali (Sekepat) dengan suguhan pemandangan alam yakni deretan bebukitan, lembah, persawahan terasering dan pemandangan luas hingga pantai Buleleng. Mahasiswa sangat kagum akan panorama yang dinikmatinya dan menuangkannya di buku tamu yang kami sediakan.Paket perjalanan trekking dari sky garden dilanjutkan kelokasi Pura Puseh Desa Pakraman Bebetin yang berdiri kokoh dengan kemegahannya di Puncak Bukit. Paket perjalanan kedua menuju Perairan Teja Sari adalah kawasan permandian alam warga masyarakat, sebagai tempat rekreasi mancing dan dapat pula ditemukan pohon-pohon besar terutama pohon wani (buah lokal)sebagai Ikon Buah didesa. Tidak ketinggalan air terjun serseran juga menambah lengkap potensi perairan Teja Sari. Sedangkan paket Perjalanan selanjutnya menyusuri persawahan terasering, sungai, dan disatu tempat bisa beristirahat sambil melihat rumah warga "Tempo Doeloe" yang saat ini di tempati Oleh Guru/Bapak Artina. Bangunan yang berumur ratusan tahun itu masih asli dan tidak ada renovasi tetapi masih berdiri kokoh dengan nilai arsitektur tinggi masyarakat dikala itu. Paket ketiga perjalanan menuju Air Terjun Desa Sekumpul. Anda pasti terkagum-kagum dengan keberadaan 7 (tujuh)air terjun yang saling berdampingan.Menyusuri lembah menuju puncak air terjun adalah paket perjalanan keempat dengan suguhan persawahan terasering yang tidak kalah dengan tempat-tempat lain yang sudah terkenal, pandangan luas menikmati lika-liku persawahan, tampak tersusun rapi bertumpuk menambah pesona alam yang menyejukkan.Inilah Paket terakhir PaketPerjalanan Trekking yang ditawarkan. Selamat Mencoba...
Kegiatan pengenalan objek utama adalah mengunjungi Air Terjun Desa Sekumpul yang tidak jauh dari Kawasan Bukit Bebetin. Perjalanan disambut hujan lebat yang tiada henti. Tanpa menyurutkan keinginan hingga kamipun ditengah hujan menyempatkan diri bergaya di depan air terjun di Desa Sekumpul yang jumlahnya 7 (tujuh) buah. Sangat pantastik....Semoga kegiatan mahasiswa mulai dari surve penelitian menjadi penelitian sebenarnya dan diharapkan ada kegiatan PKL (Praktek Kerja lapangan) sehingga potensi kamipun ikut terekspose dan terbublikasi luas.
Mahasiswa berawal tertarik pada apa yang Pokdarwis publikasikan di jejaring bloger dan situs internet tentang potensi wisata desa dengan keragaman kesenian unik dan potensi alam yang masih asri dan belum digali serta pemanfaatan yang belum maksimal.
Karena medan/kawasan yang belum dikenalnya menyebabkan mahasiswa salah arah sesuai tujuannya semula yang ingin melihat dari dekat potensi yang ada di Desa Sangsit, malah terjaring Papan Nama Potensi Alam Bukit Bebetin
Ternyata kehadirannya di kawasan wisata alam Bukit Bebetin tidak semata karena salah arah malahan mereka sangat bangga bisa melihat langsung keterlibatan generasi muda di Bebetin dalam mengantisifasi dan mengupayakan menggali potensi wisata yang ada di wilayahnya dan berupaya menampilkan keanekaragaman budaya dan tradisinya
Kelompok kami menyampaikan semua potensi yang ada dan yang sedang digarap terutama penangkaran satwa kijang (muntias muncak) sejak 3 tahun lalu. Penangkaran yang disponsori Karang Taruna Kartika Jaya Desa Bebetin dan selanjutnya di kelola oleh Desa Pakraman melalui Kelompok Sadar Wisata Bhuana Shanti. Hal hasil dari 3 induk sudah berkembang menjadi 10 ekor. Bangunan Penangkaran sangat alami di kawasan Bukit Bebetin di kombinasi pembukaan taman diketinggian (puncak bukit) sehingga dinamakan Sky Garden. Program lain yang sudah berjalan adalah Program Trekking dengan 4(empat)paket. Paket awal Perjalanan dimulai dari kaki bukit di Dusun Tabang Desa Bebetin. Sepanjang tanjakan lereng bukit dilengkapi 2 (dua) Celter ciri kas Bali (Sekepat) dengan suguhan pemandangan alam yakni deretan bebukitan, lembah, persawahan terasering dan pemandangan luas hingga pantai Buleleng. Mahasiswa sangat kagum akan panorama yang dinikmatinya dan menuangkannya di buku tamu yang kami sediakan.Paket perjalanan trekking dari sky garden dilanjutkan kelokasi Pura Puseh Desa Pakraman Bebetin yang berdiri kokoh dengan kemegahannya di Puncak Bukit. Paket perjalanan kedua menuju Perairan Teja Sari adalah kawasan permandian alam warga masyarakat, sebagai tempat rekreasi mancing dan dapat pula ditemukan pohon-pohon besar terutama pohon wani (buah lokal)sebagai Ikon Buah didesa. Tidak ketinggalan air terjun serseran juga menambah lengkap potensi perairan Teja Sari. Sedangkan paket Perjalanan selanjutnya menyusuri persawahan terasering, sungai, dan disatu tempat bisa beristirahat sambil melihat rumah warga "Tempo Doeloe" yang saat ini di tempati Oleh Guru/Bapak Artina. Bangunan yang berumur ratusan tahun itu masih asli dan tidak ada renovasi tetapi masih berdiri kokoh dengan nilai arsitektur tinggi masyarakat dikala itu. Paket ketiga perjalanan menuju Air Terjun Desa Sekumpul. Anda pasti terkagum-kagum dengan keberadaan 7 (tujuh)air terjun yang saling berdampingan.Menyusuri lembah menuju puncak air terjun adalah paket perjalanan keempat dengan suguhan persawahan terasering yang tidak kalah dengan tempat-tempat lain yang sudah terkenal, pandangan luas menikmati lika-liku persawahan, tampak tersusun rapi bertumpuk menambah pesona alam yang menyejukkan.Inilah Paket terakhir PaketPerjalanan Trekking yang ditawarkan. Selamat Mencoba...
Kegiatan pengenalan objek utama adalah mengunjungi Air Terjun Desa Sekumpul yang tidak jauh dari Kawasan Bukit Bebetin. Perjalanan disambut hujan lebat yang tiada henti. Tanpa menyurutkan keinginan hingga kamipun ditengah hujan menyempatkan diri bergaya di depan air terjun di Desa Sekumpul yang jumlahnya 7 (tujuh) buah. Sangat pantastik....Semoga kegiatan mahasiswa mulai dari surve penelitian menjadi penelitian sebenarnya dan diharapkan ada kegiatan PKL (Praktek Kerja lapangan) sehingga potensi kamipun ikut terekspose dan terbublikasi luas.
Langganan:
Postingan (Atom)















.jpg)