Jumat, 28 Mei 2010

Produk Kerajinan Desa Bebetin




KERAJINAN UKIR KAYU


KERAJINAN MEBEL KAYU


KERAJINAN SAPU IJUK

KERAJINAN PERNAK-PERNIK



KERAJINAN PANDE BESI



KERAJINAN ANYAMAN BAMBU


KERAJINAN ANYAMAN BAMBU


KERAJINAN ANYAMAN BAMBU


KERAJINAN JAJAN SATUH


KERAJINAN SAPU IJUK





MEBEL

 
KERAJINAN TALI-TEMALI



USAHA EKONOMI PRODUKTIF SARANA SEMBAHYANG


PAMERAN KERAJINAN DAN HASIL PANGAN



Selasa, 30 Maret 2010

Penanganan Potensi Wisata Bukit Bebetin

 
SERAH TERIMA BIBIT DAN SARANA PENDUKUNGNYA

PERSIAPAN PEMBIBITAN



PENGISIAN POLIBAG



PENYIRAMAN BIBIT



PENYIRAMAN BIBIT



TENAGA SUKARELAWAN KARANG TARUNA



PEMELIHARAAN BIBIT



PENANAMAN POHON PENGHIJAUAN



PENANAMAN POHON PENGHIJAUAN



PENATAAN BANGKIANG JARAN BUKIT BEBETIN



PENGHIJAUAN DARI POLSEK SAWAN



PENERIMAAN POHON PENGHIJAUAN DARI POLSEK SAWAN



PENGHIJAUAN BUKIT BEBETIN


SAMBUTAN BUPATI BULELENG



BERBAGAI JENIS TANAMAN PENGHIJAUAN



MITRA KERJA KARANG TARUNA - KKN UNDIKSHA SINGARAJA



Sabtu, 20 Maret 2010

Potensi Wisata Mancing



POTENSI WISATA MEMANCING



Sebagai rasa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Desa Bebetin Kami Karang Taruna Kartika Jaya merencanakan salah satu bentuk kegiatan pelestarian lingkungan yang menunjuk salah satu tempat sebagai pilot proyek kegiatan yang dipusatkan pada lokasi/Lingkungan Teja Sari Desa Bebetin yang terletak sekitar 1 km dari jantung desa yang sarat dengan sejarah pendukung kehidupan dan perkembangan Desa Bebetin diantaranya sebagai sumber air minum, sarana rekreasi, sarana memancing, permandian umum,  Desa Bebetin yang alami sebelum adanya air perpipaan yang masuk keseluruh pelosok desa, bahkan sampai saat inipun masih banyak yang memanfaatkan sumber kehidupan di lingkungan Teja .


Begitu besarnya manfaat sumber-sumber kehidupan yang tersedia dan begitu merimpah-ruahnya kehidupan hayati yang ada, kita tidak pernah memikirkan guna  menata lingkungan Teja Sari tetap asri. Belakangan diketahui banyak terjadi kerusakan selain yang bersumber dari alam juga akibat yang serius karena ulah kita sendiri yang tidak memperhatikan sisi negative yang diantaranya rusaknya jalan menuju permandian umum, tidak terpeliharanya tempat permandian, semakin sulitnya menemukan segala jenis ikan yang hidup di perairan karena penggunaan  zat kimia beracun oleh oknum yang kurang bertanggung jawab serta semakin rusaknya kelestarian dilingkungan Teja Sari.



Usaha-usaha pelestarian yang dirintispun oleh muda-mudi lingkungan Tundak Sanghyang Langki terganjal oleh oknum yang kurang memahami arti dari usaha pelestarian dimaksud sehingga perlu adanya koordinasi dan sosialisasi oleh berbagai pihak yang terkait.

Secara umum menjadikan  Lingkungan Teja Sari sebagai tempat yang asri penuh dengan keindahan dan kekayaan kehidupan hayati diperairan, sebagai tempat permandian umum alami, sebagai sumber air minum dan sebagai sumber kehidupan masyarakat Desa Bebetin lainnya seperti, sarana rekreasi dan sarana memancing.
 
Tujuan khusus dimaksud diantaranya :
  1. Memperbaiki jalan menuju Lingkungan Teja dengan senderan dan semenisasi
  2. Menata dan melestarikan permandian umum yang bersumber dari mata air tanah
  3. Menjadikan Lingkungan Teja Sari sebagai tempat rekreasi/wisata desa seperti: memancing, berenang dan yang lainnya
  4. Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui retribusi parkir dan retribusi pengambilan air dengan gallon/sejenisnya 
  5.  

    Guna mendukung keberhasilan dimaksud perlu :
    1.  Melakukan Koordinasi dan sosialisasi dengan semua pihak terkait tentang kondisi dan besarnya manfaat yang didapat serta akibat dari kerusakan Lingkungan Teja.
    2. Melakukan langkah-langkah antispasi terhadap kerusakan lingkungan semakin parah dengan:
    3. Mengembangkan Perdes dan awig subak yang mengatur kehidupan hayati perairan
    4. Memperbaiki jalan menuju Lingkungan dengan Semenisasi dan senderan
    5. Menata dan melestarikan permandian umum yang bersumber dari mata air tanah.
    6. Membuat petakan/sekat aliran sungai setiap 15 meter sebagai kolam ikan.
    7. Menjadikan Lingkungan Teja sebagai tempat rekreasi/ wisata desa seperti: memancing, berenang, Jalur Treking wisatawan dan yang lainnya.
    8. Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui retribusi parkir dan retribusi pengambilan air dengan gallon, retribusi kolam renang dll.
    9. Adanya dukungan oleh pihak terkait terhadap segala usaha dalam pelestarian lingkungan Teja (Perbekel, Kelian Desa Pakraman, BPD, LPM dan Sponsor, donator, pemerhati lingkungan dan tokoh masyarakat lainnya serta Desa tetangga. 




    DOKUMENTASI LAINNYA



















    KEMEGAHAN PURA PUSEH




    Dipuncak bukit berdiri sebuah Pura Kahyangan Tiga yang megah karya warga setempat dengan bahan serba batu lahar milik Desa Pakraman Bebetin yang yang dikenal dengan nama Pura Puseh sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu. Pura Puseh dulunya adalah bangunan kuno yang telah mengalami renovasi dari 12 Oktober 1999 sampai dengan tahun 22 November 2001 yang dikerjakan sebagian besar dari dana swadaya murni masyarakat Desa Pakraman Bebetin dalam bentuk donator dan gotong-royong serta dana dari sumber lain yang dikumpulkan panitia.


    Bangunan Pura Puseh dibangun menyesuaikan kondisi tanah dengan kemiringannya dan dibuat bertingkat “teras pyramid” didalam kebudayaan “megalithica”. Bangunan ada 3 bagian utama yaitu jeroan pura dengan jajaran pelinggih (bangunan tempat persembahyagan), Jabe tengah dan halaman pura. Pelaksanaan upacara adat di Pura Puseh diiringi dengan beberapa rangkaian tari sakral “rejang dewa” dan “meburu” dengan igel kikil kidang”. Dipelataran teratas dapat dilihat kemegahan bangunan Pura Puseh yang sangat mengagumkan kesemua sudut pandang. Hamparan pebukitan dengan lereng yang terjal dan pantai.